Lewati ke konten

Siswa LPK berani bicara Jepang.

Siswa latihan kaiwa dengan teman ngobrol AI kapan saja. Sensei membaca laporan tiap sesi dan memberi masukan, sehingga lulusan siap bicara saat mensetsu.

Mulai dari satu kelas. Kuota menit awal dan pendampingan onboarding kami siapkan.

日本語、話せますか?

Pertanyaan yang paling ditakuti siswa saat wawancara kerja atau interview SO.

Lulus N3, tapi tetap diam saat diajak bicara.

Banyak aplikasi bahasa Jepang berhenti di teks: hafalan kosakata, soal pilihan ganda, dan drill tata bahasa. Bagian tersulit, yaitu membuka mulut dan bicara, jarang dilatih.

  • Jam bicara sangat sedikit

    Satu sensei menghadapi puluhan siswa. Giliran bicara tiap siswa hanya beberapa menit per pertemuan.

  • Takut salah di depan teman

    Siswa memilih diam daripada malu. Makin jarang bicara, makin hilang percaya dirinya.

  • Kemajuan bicara tidak terukur

    Nilai kaiwa bergantung pada ingatan dan kesan sensei. Tidak ada data yang bisa ditunjukkan.

  • Koreksi manual memakan waktu

    Mendengarkan lalu mengoreksi rekaman satu per satu hampir mustahil dilakukan tiap minggu.

Akibatnya sampai ke LPK: kandidat bersertifikat tersendat di sesi bicara wawancara, sensei kehabisan waktu untuk mengoreksi, dan kelas tidak bisa menerima lebih banyak siswa karena jam kaiwa dan jumlah sensei tidak ikut bertambah.

Reputasi LPK dinilai dari satu hal yang paling terlihat: apakah lulusannya berani bicara bahasa Jepang.
Toki berheadset memegang laptop, siap latihan kaiwa

Latihan bicara di luar jam kelas.

Siswa membuka Kotoki di rumah atau di lab, memilih topik, lalu bicara dengan teman ngobrol AI. Tidak ada teman sekelas yang menonton.

  • Berlatih simulasi mensetsu berkali-kali sebelum hari wawancara.
  • Tahu persis kalimat mana yang keliru dan versi benarnya.
  • Topik bebas atau terarah: wawancara kerja, kehidupan sehari-hari, budaya Jepang, berita, kuliner, dan travel.
  • AI bisa membuka percakapan, atau siswa yang memulai, seperti obrolan sungguhan.
  • Terbiasa dengan suara pria dan wanita, juga aksen standar dan Kansai.
  • Melihat sendiri skornya naik dari sesi ke sesi.

Pantau kelas, beri masukan dari laporan.

Setiap sesi menghasilkan laporan otomatis. Sensei membukanya, langsung tahu siswa kuat di mana dan tersendat di mana, lalu memakai jam kelas untuk menutup kelemahan itu.

  • Daftar siswa dan level: siapa aktif, siapa tertinggal, dan berapa sesi yang sudah dijalani.
  • Penanda butuh perhatian untuk siswa yang skornya rendah atau sudah lama tidak latihan.
  • Semua laporan di satu tempat, bisa disaring per level dan topik.
  • Kuota menit bisa dibagi ke siswa dan ditarik kembali bila tidak terpakai.

Isi laporan tiap sesi

  • Skor akhir 0 sampai 100 dan estimasi level JLPT.
  • Skor per kategori: tata bahasa, kosakata, pemahaman konteks, dan kelancaran.
  • Koreksi per kalimat: ucapan siswa, versi yang lebih tepat, dan penjelasan singkat.
  • Saran latihan berikutnya.

Contoh laporan sesi

Simulasi wawancara kerja, 15 menit

78

dari 100, estimasi N4

  • Tata bahasa80
  • Kosakata75
  • Pemahaman konteks76
  • Kelancaran82

Koreksi kalimat

インドネシアから来ます

インドネシアから来ました

Pakai bentuk lampau karena siswa sudah datang.

Saran latihan: ulangi perkenalan diri dengan bentuk lampau sampai terasa wajar.

Contoh dashboard sensei

Kelas contoh, 12 siswa

  • 7 aktif
  • 3 tertinggal
  • 2 butuh perhatian
Toki berkacamata dan membawa buku, seperti sensei

Kotoki menambah jam latihan bicara di luar kelas, lalu mengembalikan hasilnya ke sensei.

Berapa menit bicara tiap siswa?

Isi dengan angka kelas Anda.

siswa
menit
kali
menit

Di kelas saja, tiap siswa bicara 9 menit per minggu.

Dengan kuota Kotoki: 69 menit per minggu.

Sekitar 7,7 kali lebih banyak latihan bicara.

Hitungan kasar: waktu pertemuan dibagi rata, dan satu siswa bicara pada satu waktu.

Lulusan lancar bicara membuat LPK dikenal.

Pemberi kerja menilai LPK dari lulusannya. Kotoki menambah jam bicara tiap siswa tanpa menambah jam sensei, sehingga lebih banyak lulusan yang siap saat mensetsu.

  • Lulusan lebih siap menghadapi wawancara berbahasa Jepang.
  • Kapasitas kelas tidak lagi tertahan jam dan jumlah sensei untuk latihan bicara.
  • Data progress tiap siswa tersedia kapan pun dibutuhkan.
  • Nilai jual tambahan saat menawarkan program ke calon siswa.
  • Kuota menit fleksibel, dibagi sesuai prioritas kelas, dan dibayar sesuai menit yang dipakai.

Empat langkah, jalan minggu ini.

Siswa cukup membuka browser dan memakai headset. LPK tidak perlu memasang aplikasi atau menyiapkan perangkat khusus.

  1. Admin mengisi menit untuk organisasi. Semua pemakaian tercatat di riwayat.

Kenapa bukan aplikasi biasa?

Perbandingan ini menyoroti satu hal: seberapa banyak siswa benar-benar bicara.

Waktu bicara per siswaNyaris tidak adaBeberapa menit per pertemuanSebanyak kuota menit yang diberikan
KetersediaanKapan saja, tapi hanya membacaTerikat jadwal dan kehadiran senseiKapan saja
Koreksi bicaraTidak adaManual, terbatas waktuOtomatis per kalimat, dengan penjelasan
Data progressSkor kuis sajaCatatan dan ingatan senseiSkor per kategori, tersimpan tiap sesi
Rasa malu siswaTidak relevanTinggi, karena di depan temanRendah, latihan tanpa ditonton

Bayar sesuai menit yang dipakai.

LPK top up menit, menitnya dibagikan ke siswa, siswa latihan kaiwa, dan sisa menit kembali ke kuota LPK.

  • Kelas Percobaan

    Untuk 1 kelas atau 1 batch

    • Kuota menit kecil
    • Semua fitur kaiwa dan laporan
    • Dashboard sensei aktif
    • Pendampingan onboarding
  • Program Reguler

    Untuk operasional harian LPK

    • Kuota menit menengah
    • Multi-kelas dan multi-sensei
    • Rekap laporan per level
    • Prioritas dukungan teknis
  • Jaringan LPK

    Untuk beberapa cabang sekaligus

    • Kuota menit besar
    • Pengelolaan lintas cabang
    • Kebutuhan topik khusus
    • Peluang penyesuaian fitur

Harga per menit menyesuaikan volume dan lama kerja sama. Rincian angka kami sampaikan pada lembar penawaran terpisah.

Kaiwa dulu, lalu seluruh perjalanan belajar.

Belum tersedia. Fitur berikut sedang disiapkan agar Kotoki bisa menjadi satu tempat untuk kurikulum LPK.

Shadowing
Menirukan audio penutur asli untuk memperbaiki ritme dan intonasi.
Minna no Nihongo
Pendampingan bab demi bab sampai materi benar-benar dikuasai.
Irodori
Alur belajar mengikuti buku Irodori untuk kebutuhan hidup dan kerja di Jepang.
Hafalan kosakata
Latihan terjadwal agar kosakata baru tidak menguap setelah seminggu.
Hiragana dan katakana
Panduan menulis lengkap dengan urutan dan arah goresan.
Kanji
Cara menulis kanji, urutan goresan, dan latihan menulis berulang.
Flashcard
Kartu ulang cepat untuk kosakata, kanji, dan pola kalimat.

Pertanyaan dari LPK

Apakah Kotoki menggantikan sensei?

Tidak. Kotoki menambah jam latihan bicara di luar kelas dan mengembalikan hasilnya ke sensei lewat laporan. Sensei tetap yang mengajar dan mengarahkan.

Bagaimana kuota menit bekerja?

LPK mengisi kuota menit untuk organisasi, lalu menitnya dibagikan ke siswa sesuai kelas atau program. Menit yang tidak terpakai bisa ditarik kembali, dan semua pemakaian tercatat di riwayat.

Berapa biayanya?

Pembayaran mengikuti menit yang dipakai. Harga per menit menyesuaikan volume dan lama kerja sama, dan rinciannya kami sampaikan pada lembar penawaran terpisah.

Apa yang terjadi di pilot satu kelas?

Kami menyiapkan onboarding sensei, kuota menit awal, dan pendampingan sampai laporan pertama keluar. Setelah itu LPK mengevaluasi hasilnya dan memutuskan untuk melanjutkan atau tidak.

Apa yang dibutuhkan siswa?

Browser, izin mikrofon, dan headset. Disarankan memakai Chrome terbaru, dan headset membantu mengurangi gema.

Apakah suara siswa direkam?

Audio tidak disimpan di server. Transkrip percakapan disimpan supaya riwayat dan laporan bisa dibuka. Suara dan teks diproses penyedia layanan AI pihak ketiga untuk menjawab siswa.

Toki berheadset memegang laptop

Mulai dari satu kelas. Lihat sendiri hasilnya.

Kami siapkan pilot untuk satu kelas Anda: onboarding sensei, kuota menit awal, dan pendampingan sampai laporan pertama keluar.

  1. Jadwalkan demo 30 menit
  2. Jalankan pilot 1 kelas
  3. Evaluasi hasil dan lanjutkan